Sejatinya, nasihat kepada pemerintah merupakan salah satu ajaran agama yang paling penting. Imam Muslim mencatat dalam Shahih-nya perkataan Nabi -shalallohu ‘alaihi wa sallam-,

 

اَلدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ.

“Agama adalah nasihat!’ Kami bertanya, ‘Untuk siapa, wahai Råsulullåh?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allåh, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin semuanya (rakyat).”

Sementara itu Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi -shalallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

ثَلاَثُ خِصَالٍ لاَ يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ: إِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ، وَالنَّصِيْحَةُ لِوُلاَةِ اْلأُمُوْرِ، وَلُزُوْمُ جَمَاعَتِهِمْ، فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيْطُ مِنْ وَرَائِهِمْ.

“Ada tiga hal yang hati seorang muslim tidak menjadi dengki karenanya: ikhlas beramal hanya untuk Allåh, memberi nasehat kepada para penguasa, dan tetap bersama jama’ah karena doa (mereka) meliputi dari belakang mereka.’”

Artinya, orang yang melakukan amal secara ikhlas untuk Allåh, menasehati pemerintah (ulil-amr) dan tetap berada dalam jamaah hatinya terhindar dari kedengkian, kecurangan, dan hasad.

Bahkan, kata Abu Nu’aim al-Ashbahani, orang yang menasihati pemerintah dan pemimpin akan memperoleh petunjuk. Sebaliknya, katanya lagi, barangsiapa menipu mereka, maka akan menyimpang dan melampaui batas (sewenang-wenang). Lantas bagaimana cara efektif menasehati penguasa?

Yang terjadi sekarang ini adalah UMNO yang senantiasa menipu pemerintah. Beri sahaja apa yang mereka mahu. Tanpa had.

Pada ana, Khalid Samad berani dan ulama’ sebenar yang berani menyatakan kebenaran.

Tak ada pasal Anwar suruh minta ampun. Ini semua lakonan MAMAK PENANG yang kemaruk nak masukkan BINI jadi MB. 

Pada ana, permainan Anwar ini permainan sialan. Orang tak ada pendirian dan kemaruk dan berbinikan MB.