Apa agenda Utusan Malaysia yang menggila membawa isu khutbah di Pulau Pinang. Doakan bukan Islam, apakah ia jadi salah? Apakah kita mendoakan seorang bukan Islam itu menjadi satu dosa besar kepada agama Islam? Kita kena ikut agama. Bukan ikut adat. Ikut adat – memanglah semua tak boleh. Tapi apa yang pernah dibuat oleh Rasulullah SAW harus juga menjadi asas kepada kita dalam mempersoalkan isu ini.
Ramai juga KONONNYA ahli jamaah dan Pak Imam yang didakwa menjadi punca kepada masalah ini. Kena tanya kenapa Pak Imam buat tindakan macam itu. Kot-kotlah kalau memang dia rasa ‘bahagia’ dan terhutang budi dengan Guan Eng. Apa isunya? Salah sangatkah mendoakan pemimpin; walaupun bukan beragama Islam?
Bila isu jadi macam ini, ana teringat soalan pensyarah subjek perbandingan agama ana. Dia tanya, Mother Theresa yang banyak membantu di India, banyak membantu umat tak kira agama; bila mati – masuk syurga atau neraka? Saja lah nak test tu.
Dalam kitab sirah Nabawiyyah terdapat kisah masuk Islamnya bekas ketua musyrikin Umar bin Khattab Radhiyallahu ’anhu. Ternyata sebelum beliau memperoleh hidayah iman dan Islam Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pernah memohon kepada Allah ta’aala agar salah seorang dari dua ketua musyrikin kota Makkah memperoleh hidayah. Doanya diabadikan dalam hadits di bawah ini:
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan sebab kecintaan dua lelaki kepadaMu, yaitu dengan sebab ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahl) atau dengan sebab ‘Umar bin Khattab.” (Sunan At-Tirmidzi 12/141)

’Amr bin Hisyam atau Abu Jahal dan Umar bin Khattab Radhiyallahu ’anhu keduanya merupakan pimpinan musyrikin Quraisy di Makkah. Saat kaum muslimin masih lemah dan berjumlah sedikit di Makkah kedua tokoh ini terkenal sering menganiaya para pengikut da’wah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Sebab mereka sangat fanatik membela agama nenek moyang Abdul Muthallib, yaitu agama menyembah berhala/kemusyrikan. Dan keduanya sangat resah dan marah melihat kian hari kian banyak orang di Makkah yang meninggalkan kemusyrikan dan memeluk agama tauhid Al-Islam.

Menghadapi keadaan ini Nabi shollallahu ’alaih wa sallam malah mendoakan agar Allah ta’aala membalikkan hati salah seorang di antara mereka berdua. Dengan harapan jika salah satunya masuk Islam tentu mereka justru akan menjadi pembela dan pejuang Islam di baris terdepan. Mengingat bagaimana aktif dan semangatnya mereka membela kemusyrikan, alangkah baiknya seandainya semangat itu diarahkan untuk menguatkan barisan Islam. Maka Nabi-pun mengajukan permintaan itu kepada Allah ta’aala. Dan ternyata dikabulkan. Panah doa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melesat dan menghunjam ke dada Umar bin Khattab Radhiyallahu ’anhu

Pelajaran penting yang bisa kita petik dari kejadian ini ialah bahwa ternyata Islam tidak melarang secara mutlak seorang muslim mendoakan kaum kafir non-muslim. Namun sudah tentu ada syaratnya. Syaratnya ada dua: pertama, hendaknya isi doa seorang muslim untuk orang kafir hanya berisi satu permohonan saja kepada Allah ta’aala. Yaitu permohonan agar si kafir mendapat hidayah iman dan Islam. Dan kedua, hendaknya seorang muslim mendoakan orang kafir hanya ketika mereka masih hidup. Jangan berfikir untuk mendoakan seorang manusia yang telah meninggal dalam kekafiran..

Kena belajar agama lebih sikit agaknya puak-puak ni. Tak salahlah sheikh untuk mendoakan Guan Eng. Ini pandangan hukum dan fiqah. UMNO ikut pandangan mana? Spin doctor????

p/s: lepas ni kita doakan semua orang…Karpal Singh, Kit Siang, Hannah Yeoh, Elizabeth Wong; bagi pening kepala Ustaz Umno dan Ustaz Utusan Malaysia…